Dewasa di Usia Remaja
Usia remaja mengharuskan kita untuk berpikir lebih dewasa. Dewasa dalam segala
hal permasalahan hidup yang kita temui. kemandirian bagi remaja memang sangat
diperlukan untuk mendukung perkembangan jiwanya. Tapi kita kudu mikir seribu
kali kalo remaja dibiarkan menafsirkan sendiri kebebasan yang dikehendakinya.
Jiwanya yang labil sangat mudah terwarnai oleh lingkungan sekitar. Gelora jiwa
mudanya paling gampang terpincut ama budaya Barat yang steril dari norma-norma.
Makanya kudu ada perhatian agar generasi muda sekarang nggak salah langkah dalam
menapaki jalan panjang mencari jati diri.
Kedewasan sendiri bisa dilihat dari orang-orang sekitar kita. Misalnya
seperti ini; kita kan nggak mungkin ngomongin segala hal tentang Perdebatan
antara FPI dan Majalah Playboy Indonesia di depan anak-anak TK. Kita juga nggak
mungkin ngomongin hal tentang Otomotif didepan komunitas Underground, ngomongin
hal tentang Islam Liberal didepan komunitas Punk atau ngomongin tentang
Matematika & Fisika didepan anak-anak IPS, Ngomongin tentang Sejarah Dunia
didepan Anak-anak radio, ngobrolin tentang Game Multiplyer Online didepan Dosen.
Dan ngomongin tentang The Clash atau Joy Division sama Orang tua kita.
Bertambah tua adalah sesuatu yang dapat dijadikan pengalaman, sekaligus bahan
berfikir tentang kehidupan kita selanjutnya. Yup, sesuatu yang harus kita
pikirin mulai dari sekarang.
Seseorang bisa saja dibilang bertambah dewasa ketika menghadapi suatu
persoalan yang rumit, atau kejadian yang dia alami. Misalnya ketika dia menjadi
anggota Tim Relawan Aceh atau Jogja. Mungkin aja dia seumuran gue, atau bahkan
lebih muda. Di usianya, dia dapat mengorbankan segala yang ia punya (baik
materi, ataupun tenaga) untuk membantu korban yang tertimpa musibah disana. Dan
menurut gue, itulah hal yang sangat dewasa. Ketika kita rela tidak makan, rela
tidak tidur, rela kehilangan tenaga, rela meniggalkan teman-teman kita, untuk
seseorang yang kita sayangi. Dimana anak seumuran kita yang lain hanya
menghabiskan waktunya dengan tidur, bersantai, hura-hura, dsb.
Hmm, apa semua ini mau kita hindari?. Percaya deh, Everybody’s Growing Up at
last. Sebuah proses pendewasaan yang mau gak mau harus kita jalanin kelak. Jadi
pada kesimpulannya kedewasaan adalah bagaimana seseorang bisa masuk dalam suatu
ruang publik dan tau porsi nya masing masing. Ketika dia tau kapan dia harus
jadi orang yang pintar, atau jadi orang yang sangat lucu, orang yang sangat
romantis, orang yang sangat berani, orang yang sangat tolol, atau pula menjadi
orang yang sangat bijaksana…